Showing posts with label gak jelassss. Show all posts
Showing posts with label gak jelassss. Show all posts

Tuesday, 11 October 2016

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan


Perempuan adalah sosok makluk yang begitu istimewa, butuh berjuta tenaga dan pikiran untuk sekadar memahami, Ia adalah makluk yang mempesona namun sulit untuk bisa dipahami. Senyum dan tawanya mempunyai misteri yang teramat sulit untuk dipecahkan, bersiap-siaplah kalian wahai kaum pria kalian akan dibuat binggung dengan sikap dan tingkah lakunya, ia bisa dengan mudahnya tersenyum dengan berjuta keindahan dan auranya, namun ia juga bisa tiba-tiba terdiam tanpa kita sadari apa penyebabnya.

Baginya perempuan tak pernah salah dan kalaupun ia salah kita (kaum pria) adalah penyebabnya, itu hukum yang tidak tertulis yang terus ia pegang (aku yang salah aku yang minta maaf, kamu yang salah aku juga yang harus minta maaf. Piye jall..? 

Kalau kalian kaum pria menghadapi situasi tersebut saranku tariklah nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan-lahan, ulangi beberapa kali untuk memberi waktu agar kesabaran semakin meningkat.

Saat-saat tersebut ia akan menjadi makluk yang paling misterius namun ngangenin, diammu akan salah dimatanya, rayuanmu pun tak ada artinya, senyummu pun ia abaikan begitu saja, itulah keajaiban sosok makluk indah bernama perempuan, namun di balik semuanya itu, ia bisa begitu menentramkan dengan senyum manisnya, ia akan menghibur dalam bimbang dan ragumu.

Ia bisa menghibur dikala resah hati mendera, dengan senyum dan tawa indahnya, ia bisa menjadi teman terbaik dan pendengar ketika mimpi-mimpimu engkau ungkapkan disaat orang lain mencibirnya, ia akan menjadi teman terbaik ketika menikmati secangkir kopi bikinanya, ia akan banyak bercerita sambil sesekali menyeruput kopi kesukaanya pula.

Banyak hal yang ingin ku katakan tentang kekagumanku terhadapnya, tentang mimpi-mimpi indah  dan tentang harapan di antara kita, namun terkadang aku ragu untuk sekedar  bisa memahamimu.

Terlalu bodohkah aku untuk bisa memahamimu, aku rasa bukan karena itu, namun terlalu takjub dan cintanya hingga aku terus terpesona olehnya,  itu yang ku rasakan selama ini (helehhh...)

Akan selalu ada warna tersendiri dalam setiap kebersamaan kita, tak harus dikalahkan atau dipaksakan cukup kita nikmati bersama senikmat hangatnya  kopi disetiap pagi.

·   Judul diambil dari judul lagunya “Payung Teduh”


Tuesday, 10 May 2016

Aku Bodoh Maka Aku Ada



 
Dulu pada abad ke-16 seorang Rene Descartes  filsuf berkebangsaan Prancis mengungkapkan sebuah kalimat yang terkenal sampai saat ini yaitu " Cogito ergo sum “ yang artinya Aku Berpikir Maka Aku Ada.

Jika dijelaskan, kalimat "Cogito ergo sum" berarti sebagai berikut: Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri. Ia berpikir tentang keraguan-keraguan yang dialaminya , “Saya berpikir” merupakan suatu kebenaran karena tidak ada yang meragukan lagi. “Saya berpikir” adalah benar, karenanya pasti “ada”. Jika “saya berpikir” menjadi “ada”, maka kesimpulannya “saya berpikir, maka saya ada”. Cogito ergo sum (sumber: filsafat.ugm.ac.id)

Berpikir entah itu menuju pada kebenaran atau kesalahan pada ahirnya,  Namun ia tetap berpikir dan itulah intinya.
Saya terlau bodoh untuk bisa memahami kata-kata tersebut, ketika disodorkan pada pertanyaan ketika seseorang tidak berpikir, misalnya ketika seseorang pingsan atau tertidur apakah ia tidak ada?? Atau apakah sebuah keberadaan akan sesuatu hal hanya didasarkan pada pemikiran kita?? Ahhh..lupakan saja, terlalu berat untuk dicerna dengan kapasitas saya sebagai orang yang masih perlu banyak belajar ( bodoh ) tepatnya

Kalau boleh saya membuat kalimat serupa versi saya sendiri maka kalimat yang terlintas dalam detik ini adalah  tulisan " Aku Bodoh Maka Aku Ada "
Bukan tanpa maksud tertentu tapi sekadar untuk menyemangati diri agar lebih giat lagi untuk belajar dan terus belajar karena kebodohan saya memaksa saya untuk mencari ilmu dan hal yang baru dalam kehidupan yang saya jalani saat ini. Salah satu caranya adalah terus mencoba belajar, selalu membaca, dan berpetualang.

Namun terkadang minat membaca saya sangat rendah, untuk terus meningkatkan minat belajar dan membaca saya mencoba menjadikan diri sendiri merasa menjadi orang yang bodoh, agak aneh memang tapi hal ini cukup membuatku semakin menekuni hobi membaca.
Berpura-pura menjadi bodoh tepatnya, dengan merasa diri bodoh maka ada keinginan untuk memintarkan diri, mencari tahu berbagai macam ilmu pengetahuan, salah satu dengan terus memperbanyak membaca bacaan apa saja baik buku, Jurnal, majalah, koran, blog dll.

Anehnya semakin saya tahu sesuatu hal baru bukanya semakin pintar namun malah semakin merasa bodoh karena ternyata masih banyak hal yang belum saya tahu di dunia ini. Beruntung sayasaya  membaca ( Thanks God I’m Books Lover ) hal ini semakin membuat saya ingin mengetahui hal-hal yang selama ini belum saya ketahui lewat buku-buku yang saya baca.

Terkadang keingintahuan saya memaksa melakukan perjalanan baik bersama teman maupun sendiri untuk mencari pengalaman dan sesuatu hal yang baru dalam hidupku, sebuah kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa menemukan pengalaman baru menambah pengetahuan dalam sebuah perjalanan hidup yang penuh makna.

Berpura-puralah menjadi bodoh walaupun sebenarnya kita pintar, ini akan meredamkan kita dari rasa berbangga diri dan kesombongan , Semakin saya tahu maka semakin besar ketidaktahuan saya akan banyak hal.

Ilmu / pengetahuan yang kita miliki ternyata amatlah kecil dibanding ilmu yang bertebaran di alam semesta ini. Kewajiban kita untuk terus mencari dan menuntut ilmu, hal ini selaras dengan sebuah hadist Nabi  “Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.”

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi : 109).

Begitulah luasnya ilmu maka pantaskah diri ini menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki...?

Sekali lagi bukan pembenaran atau menyalahkan dari kalimat “Aku Berpikir Maka Aku Ada “, atau kalimat versi saya “Aku Bodoh Maka Aku Ada “ yang ingin saya tekankan di sini, namun makna bagi diri sendiri presepsi diri dalam memahami secara bebas kedua kalimat tersebut. Tidak perduli benar atau salah tapi setidaknya saya mempunyai pendapat  sendiri.

Terserah pada anda mau setuju atau tidak dalam hal ini. :-)
Ahhh betapa kecilnya diri ini untuk memahami sesuatu hal di alam luas semesta ini..... tak salah rasanya jika aku mengatakan "
“Aku bodoh maka aku ada.... :-)"


10/5/16 @kontrakanReot
#efek mendem kopi
#Thanks God I'm Blogger

Thursday, 11 February 2016

Menunggu Dalam Pilu



Kita masih berdiri di tanah yang sama, di bawah langit yang sama dan melihat purnama pada waktu yang sama walaupun pada jarak yang berbeda.
Mimpi serta anganku masih tergantung pada ujung langit pada satu bintang yang paling terang dan itu tak lain bintangmu.

Merasakan derita yang sama ketika kita saling merindu, namun tak tahu harus berbuat apa dan itu teramat menyesakkan. Sudah terlalu lama kita tidak bertemu dalam satu waktu.

Inginku berbincang bersama suatu saat nanti, dalam temaram sore menjelang senja, tentang mimpi, tentang cinta dan tentang semua kerinduan yang selama ini menyiksa.

Biarkan waktu berlalu dan kita hanya menunggu dalam pilu.

Ku tulis sajak rinduku pada kertas putih, sajak tentang aku dan kamu. biarlah angan kita menari seirama senja yang sebentar lagi menghilang, berharap kerinduan ini pun segera menghilang.

Andai aku punya sayap pada dua sisku, kan ku kepakkan sayap-sayapku terbang bersama angin
Menjemput kerinduan bersamamu
Menuju pucuk tertinggi ujung bumi
Hanya kita berdua aku dan kamu

Bukan sahdu yang ku mau, namun kesetiaan mu untuk menantiku itu yang membuat kita semakin menyatu.

@genk
Kosan (12/2/16)
sumber pic :
http://www.online-instagram.com/user/berkesenian/1435648238


Backsound.: Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan ( Payung Teduh )

Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya

Di malam hari
Menuju pagi
Sedikit cemas
Banyak rindunya




Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...